Postingan

Hi, Intern Girl!

Gambar
To : Zayyanda Aqila Atmiradja Please, don't throw away this letter like the lime bars.  Hi, intern girl!  Mungkin surat ini tidak berarti untukmu. Tapi, aku masih berharap kamu membacanya. Blog - mu yang rapi dan menginspirasi selalu membuatku ingin mengintipnya setiap hari. Outfit yang kamu pakai memang menunjukkan kamu pantas masuk Parsons dan menjadi bagian dari Casablanca. Surat ini memang bukan surat resmi atau e-mail dari Casablanca yang pernah kamu tunggu - tunggu. Tapi, surat ini adalah sebuah surat dari pengagummu. Pengagum dari jauh yang selalu mengintip blogmu dan berharap bertemu denganmu. Aku pernah bermimpi untuk menjadi seorang desainer. Tapi, suatu masalah membuatku putus asa. Dan setelah melihat sedikit kehidupanmu aku jadi tahu tidak semudah itu untuk menjadi sesuatu yang kita inginkan. Zee, bisakah kita menikmati kopi aceh bersama di Parsons dan berkeliling New York suatu saat nanti? Tunggu aku, aku akan berusaha. Seperti sabar dan kuatnya ...

Aku Berteduh

Gambar
Hujan.  Bau tanah basah langsung tercium begitu saja. Aku langsung membuka jendelaku dan menarik kursi untuk duduk disana. Melipat kakiku dan mengambil secangkir kopi yang sudah kubuat. Seperti aku bisa mendeteksi akan datangnya hujan, ya? Aku menghela nafas panjang dan menyeruput kopi. Rasa pahit dan asam yang tercampur membuatku merasa kesal. Seharusnya, kopi Aceh ini membuatku kembali bahagia setelah seharian melakukan kegiatan. Tapi nyatanya, sihir yang biasa dilakukan kopi ini tidak bekerja. Hujan semakin deras. Aku belum melepaskan mataku dari hujan saat ini. Meskipun lagu Sugar yang kusetel sebagai nada dering sudah berbunyi berkali - kali. Aku sama sekali tidak berniat mengangkatnya. Aku pernah mendengar kata - kata. "Hujan sangat kuat. Aku ingin sepertinya. Tetap kembali meskipun sudah jatuh berkali - kali." Hujan mulai berhenti tiba - tiba.  Kata - kata itu benar. Dan, aku ingin seperti hujan. Aku akan tetap bangkit dan kembali meskipun aku sudah jatuh. Ka...

blog lain

Hai! Jadi, aku punya blog baru buat tugas sekolah. Blog itu kami buat kelompok. Tapi, aku masih tetep on di blog ini kok. Cuma blog itu kami buat untuk tugas saja. Blog itu bercerita tentang sekolahku. Jangan lupa kunjungi ya. Situsnya : dindaafiakbar.wordpress.com Seneng banget deh kalau kalian bisa kunjungi dan beri sedikit kritik dan saran!

Segalanya Telah Berubah

" You said you'd always be there for me, but you're not. And it's because of me. It's my fault ." –Simba (The Lion King) Aku bahkan sudah lupa kapan kamu menyapaku, memberikan senyuman manis sepulang sekolah dan mengirimiku pesan setiap hari. Semua hal itu seperti mudah dihitung.  Sekarang apa yang bisa kulakukan?  Hanya memandang namamu dalam daftar kontakku. Menunggu pesan yang mungkin tak akan kuterima. Takut memulai percakapan duluan. Memandangmu dari balik jendela kelasku saat kamu melewatinya dan menundukkan kepala setiap aku melewatimu.   Aku tak mengerti kenapa kamu seperti ini. Apa itu kesalahanku? Tapi saat ini aku tahu, segalanya telah berubah.

Selamat Hari Ibu

Gambar
Setiap kali aku cerita soal kegiatan aku dirumah, pasti ada aja yang ngomentarin. "Enak banget sih punya Mama kayak gitu."  Memang enak punya Mama ibu rumah tangga. Tapi, bukan berarti punya Mama yang bekerja itu nggak enak. Toh, Mama yang bekerja juga pasti punya alasan untuk bekerja dan kalian nggak punya alasan buat marah sama Mama kalian yang bekerja karena pasti kalian juga makai uang Mama kalian.  Dulu setiap kali aku manggil Mama, Ayah selalu bilang. "Panggil Ibu sama Bapak aja." Tapi mau gimana, ini sudah jadi kebiasaan.  Mamaku memang menyuruhku melakukan berbagai hal. Aku tahu itu mendorongku untuk menjadi mandiri, tapi kadang aku juga malas melakukannya. Bahkan kadang aku mikir, teman - temanku yang nggak disuruh ibunya menyapu setiap pagi sebelum berangkat sekolah, cuci piring, mengepel itu enak nggak sih? Aku pernah mencobanya sewaktu Mama pergi keluar kota, tapi ternyata itu nggak enak. Rasanya ada yang kurang dan bahkan menghawatirkan. ...

Love Story

"Jadi yang mana dia?" "Oh, aku tidak ingin membicarakannya." aku sedikit kesal pada laki - laki itu. Dan sekarang dia malah mendekatkan wajahnya kepadaku dan tersenyum ceria. "Kenapa kau tak mau menunjukkan laki - laki itu?" "Oh, dear ..." Laki - laki itu menarik kursi di depanku dan mendudukinya. Sejujurnya, itu kebiasaannya. Ya, menarik kursi kosong di depanku saat aku duduk sendirian di kantin sekolah dan memulai pembicaraan gila kami. Lima bulan mengenalnya membuatku merasa benar - benar mengetahui segalanya tentang dirinya. Tapi tidak. Dia memperlakukanku sama seperti dia memperlakukan gadis gadis lainnya. Menyapa, tersenyum dan bercanda. Dan, aku benci. Aku benci kenapa aku tidak suka pada sifatnya yang itu. Aku tidak egois, aku memang ingin dia bersifat lebih kepadaku. Aku tidak egois, kan? Tidak. Karena itu hanya KEINGINAN dan keinginan tidak selalu terwujud bukan? Dan kalau bukan karena materi sains itu, kami tidak akan pernah ...

The Last Time

Gambar
Aku menghentikan langkahku yakin begitu sampai di sebuah kafe kecil di kawasan Regent's Park. Seharusnya aku menemui seseorang pagi ini. Tapi sudahlah, dia membatalkan janjinya beberapa menit lalu saat aku sudah sampai di Regent's Park. Aku langsung saja memesan kopi dan duduk di sudut kafe dengan novel terbaru John Green di tanganku. Aku sudah yakin dia akan membatalkan janjinya, jadi aku berjaga - jaga untuk membuatku tidak bosan. Sejujurnya, aku benci orang yang membatalkan janji ketika aku sudah akan menghadiri pertemuan itu. Tapi, dia satu - satunya orang yang bisa membuatku tidak mengatakan benci saat dia melakukannya.  Dia bukan siapa - siapaku. Dia hanya seorang mantan, yang kembali membuatku jatuh cinta kembali setelah aku menemuinya kembali beberapa bulan lalu di .... Jadi aku berterima kasih kepada pekerjaan yang membuatku bertemu kembali dengannya. Kalau bukan karena aku menjadi seorang pramugari di pesawat yang ia tumpangi dan turun di bandara lalu rehat sejen...