Postingan

(Tidak) Berdetak Kencang

Gambar
 Soundtrack : Today - Willamette Stone Aku menatap teh yang masih sangat panas. Aku tidak tahu aku memesan 'sangat panas' tapi aku menjadi semangat duduk di sini sampai teh ini dingin. Lebih tepatnya, sampai dia datang. Dia. Masih dia yang seperti dulu. Masih dia yang selalu membuatku tersenyum saat melihatnya. Masih dia yang sering membicarakan hal - hal aneh. Dia selalu terlambat. Tapi, aku selalu memaafkannya. Walaupun dia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Aku menyeruput tehku yang nyaris dingin perlahan. Rasanya tidak enak jika sedingin ini. Dan sekarang, aku mengerutukki diriku karena tidak membawa A Girl Like Moi yang belum selesai kubaca. Suasana kedai yang semula sepi menjadi ramai dan beberapa pelayan kembali menawariku pesanan. Ini memang tidak selama sewaktu memendam rasa yang ada untukmu. Tapi, ini lebih menyebalkan. Jadi, setelah tiga pesan penuh kupanggil namamu akhirnya bel tanda datangnya pelanggan kembali berbunyi. Dan senyum itu. Senyum ya...

tinggi sih.

Jendela. Ruangan dimana aku selalu melihatmu. Alasan dimana aku selalu mengintipmu. Mencuri pandang saat guru menerangkan.Dan alasan kenapa aku tidak bisa melupakanmu. Kamu tinggi sih. Aku mengetukkan pulpen ke buku tulis yang masih kosong. Hanya tersisir garis - garis cetakan dan memandang papan tulis dengan kesal. Sesekali aku mendengus sambil mendengarkan ucapan pahlawan tanpa tanda jasa (sekarang tidak)  Belakangku? Makan kerupuk sambil membaca buku tebal bersampul merah muda yang sangat tidak pas dengan tampangnya. Sebelah kiri? Tidak, dia bergabung dengan yang lain. Maksudku, kelompok pembaca setia buku pelajaran. Sebelah kanan? Gadis itu mendengarkan musik dari .... benda yang dilarang dibawa ke sekolah. Dan aku tidak mungkin mengajak depanku berbicara karena dia berada di tempat yang rawan ketahuan guru. Suara itu. Dinosaurus.  AKU TIDAK TAHU MAU NULIS APA LAGI Suara mu dan teman - teman yang selalu mengundangku menengok ke jendela. Membuatku kembali fokus ...

Over Again

“Mau bagaimana lagi, aku masih menyanyanginya.” Bahkan sampai sekarang aku tidak menyangka kamu mengucapkan hal itu di hari bahagiaku. Hari dimana harapanku kamu akan menyatakan bahwa kamu memiliki perasaan yang sama denganku. Tapi, apa bisa aku melarangmu mengatakannya? Aku kembali membuka akun facebook – ku. Ada beberapa notifikasi teman – teman yang kembali mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Aku menghela nafas panjang setelah membalas ucapan – ucapan itu. Bukan karena butuh tenaga yang besar untuk mengetik, tapi karena aku baru saja mendapat berita buruk! Buruk bagiku, maksudku. Bukan status facebook yang menjengkelkan, tapi momen path yang disalurkan lewat facebook . At Cinema 21 with … dan aku tak mau melanjutkannya. Great ! Itu bahkan setelah aku merayakan pesta ulang tahunku. Aku hampir saja melempar ponsel itu ke tempat tidur, tapi kegiatan stalking mengurungkan niatku. Aku memutuskan log in kembali akun path yang sudah bisa dibilang berdebu itu. Keb...

31% Pertama

Gambar
Penjasorkes.  Dari banyak pelajaran yang diberikan di sekolah, penjasorkes sering membuatku malas. Yang ada dipikiranku. Kenapa harus ada pelajaran ini? Karena pada awalnya, aku berpikir olah raga cukup jogging , bersepeda dan melakukan olah raga lain yang kusuka. Tapi kenapa malah pelajaran ini selalu ada. Bahkan, dari tes kepeminatan, aku memiliki minat terendah di bidang olah raga. Hanya 31% Aku sudah menyadari hal itu dan telah mencoba meningkatkan minatku di bidang olah raga. Salah satunya, dengan memasukkan hal itu didalam progam diet yang belum berhasil. Tapi, hal itu sama saja. Atau mungkin, belum. Di sekolahku, kami melakukan penilaian setelah latihan kurang lebih dua pertemuan. Salah satunya, basket. Basket waktu itu aku melakukan penilaian under ring . Seharusnya cewek memasukkan minimal 5 dan cowok minimal 10. Tapi, untuk dua kali kesempatan, di kesempatan pertama aku berhasil memasukkan dua dan tiga dikesempatan kedua. Karena masih ada tiga anak termasuk aku (yang...

Semakin Jauh

Gambar
Salah satu alasan yang kusuka saat bosan pelajaran adalah pergi ke kamar mandi. Kamar mandi yang memang tak jauh dari kelasku punya sensasi tersendiri. Cermin yang didekat kamar mandi adalah teman dikala sedang berantakan. Dan, sekarang disinilah aku. Berhadapan dengan cermin dan sedang merapikan baju yang berantakan. Seperti hakikatnya, aku bisa melihat siapa yang ada didekatku lewat cermin. Aku menghela nafas panjang saat langkah kaki mendekat. Bukan hantu yang ada dipikiranku, tentu saja. Langkah kaki yang sekarang bisa kulihat siapa dia. Membuang sampah ke tempat sampah yang diletakkan di samping tembok. Siapa lagi yang kumaksud? Jangan lihat kesini.  Namun, itu hanya menjadi harapan yang tidak terwujud. Saat mata bertemu dicermin, aku tahu. Bahwa aku semakin jauh darimu. source: Google (:

Hi, Intern Girl!

Gambar
To : Zayyanda Aqila Atmiradja Please, don't throw away this letter like the lime bars.  Hi, intern girl!  Mungkin surat ini tidak berarti untukmu. Tapi, aku masih berharap kamu membacanya. Blog - mu yang rapi dan menginspirasi selalu membuatku ingin mengintipnya setiap hari. Outfit yang kamu pakai memang menunjukkan kamu pantas masuk Parsons dan menjadi bagian dari Casablanca. Surat ini memang bukan surat resmi atau e-mail dari Casablanca yang pernah kamu tunggu - tunggu. Tapi, surat ini adalah sebuah surat dari pengagummu. Pengagum dari jauh yang selalu mengintip blogmu dan berharap bertemu denganmu. Aku pernah bermimpi untuk menjadi seorang desainer. Tapi, suatu masalah membuatku putus asa. Dan setelah melihat sedikit kehidupanmu aku jadi tahu tidak semudah itu untuk menjadi sesuatu yang kita inginkan. Zee, bisakah kita menikmati kopi aceh bersama di Parsons dan berkeliling New York suatu saat nanti? Tunggu aku, aku akan berusaha. Seperti sabar dan kuatnya ...

Aku Berteduh

Gambar
Hujan.  Bau tanah basah langsung tercium begitu saja. Aku langsung membuka jendelaku dan menarik kursi untuk duduk disana. Melipat kakiku dan mengambil secangkir kopi yang sudah kubuat. Seperti aku bisa mendeteksi akan datangnya hujan, ya? Aku menghela nafas panjang dan menyeruput kopi. Rasa pahit dan asam yang tercampur membuatku merasa kesal. Seharusnya, kopi Aceh ini membuatku kembali bahagia setelah seharian melakukan kegiatan. Tapi nyatanya, sihir yang biasa dilakukan kopi ini tidak bekerja. Hujan semakin deras. Aku belum melepaskan mataku dari hujan saat ini. Meskipun lagu Sugar yang kusetel sebagai nada dering sudah berbunyi berkali - kali. Aku sama sekali tidak berniat mengangkatnya. Aku pernah mendengar kata - kata. "Hujan sangat kuat. Aku ingin sepertinya. Tetap kembali meskipun sudah jatuh berkali - kali." Hujan mulai berhenti tiba - tiba.  Kata - kata itu benar. Dan, aku ingin seperti hujan. Aku akan tetap bangkit dan kembali meskipun aku sudah jatuh. Ka...