Postingan

Keliling Madinah - Madinah Part 2

Gambar
Masih pantes nggak sih disebut diary? Soalnya dibikinnya telat hehe ... Tapi rasanya masih pingin cerita, buat kenang - kenangan. Siapa tahu beberapa tahun lagi atau suatu saat yang enggak aku tahu rasanya kangen dan pingin baca.  MY UMROH DIARY  Hari selanjutnya, aku sama rombongan pergi ke beberapa tempat di Madinah. Pertama kita ke Masjid Quba. Kalau solat dua rakaat di masjid ini, pahalanya sama dengan melakukan umroh! Habis itu kita melihat Masjid Qiblatain atau masjid dua kiblat. Habis itu kita juga melihat Masjid Jum'ah dan Masjid Bilal. Bilal adalah salah seorang muadzin pada jaman Rasulullah.  Setelah itu, ada kita mengunjungi Jabal Ohod. Jabal Ohod ini terletak 5 km dari Nabawi. Jabal Ohod merupakan salah satu gunung yang ada di surga nanti. Ohod sendiri artinya adalah berdiri sendiri, jadi jika digabungkan artinya gunung yang berdiri sendiri. Gunung ini berwarna kemerah - merahan. Menurut pakar sejarah, hal ini dikarenakan terjadi pertumpahan ...

Pertama Kali Ngerasain 8° C - Madinah Part 1

Gambar
Masih pantes nggak sih disebut diary? Soalnya dibikinnya telat hehe ... Tapi rasanya masih pingin cerita, buat kenang - kenangan. Siapa tahu beberapa tahun lagi atau suatu saat yang enggak aku tahu rasanya kangen dan pingin baca.  MY UMROH DIARY  Jadinya, tanggal 16 Februari aku berangkat dari Semarang dan sampai Jakarta waktu makan siang. Kita makan siang dulu baru solat. Setelah itu dari Jakarta kita berangkat sore, transit di Doha dan sampai di Madinah itu sebelum subuh tanggal 17 Februari. Kita sampai di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz dan karena itu pertama kali aku keluar negeri, baru tau gimana proses imigrasi. Lama banget, ngantri. Padahal petugasnya orang banyak. Ditambah banyak orang yang badannya gede - gede bikin kalau ngantri gampang banget didesak mengingat badan orang Indonesia yang kebanyakan lebih kecil. Hamad International Airport Karena sampai hotel sehabis subuh, kita solat subuh di hotel dan sarapan dulu terus mandi. Habis itu barula...

9 PM

Gambar
Rasanya baru kemarin aku mengucapkannya dalam pikiran Mengulang - ulang kalimat itu supaya hal itu dapat terjadi Namun sekarang, hal itu seakan menjadi nyata Mungkinkah? Benarkah? Bagaimana jika tidak? Akankah itu hanya sekedar ilusi karena terlalu berharap? Tapi satu Jika ilusi itu nyata, semesta akan menentukan jalannya. Saat itu, aku akan tersenyum lega. pic source: tumblr google
Belum terjawab: "Kapan punya novel sendiri?"

Akankah?

Gambar
“ I know the truth now. You've figured out I'm falling in love with you and you're trying to make me stop by hurting me this way. Well it won't work. One way or another, I'm going to make you care about me. Yes, I am, unless your cold attitude kills me first ." - Julie Garwood    “ I fell in love with his unchanging soul .” - Claudia Gray Rasanya menyenangkan bisa melihatnya dari jauh tanpa ketahuan. Dan merasakan hatimu berdebar saat melihatnya tertawa. Ah, jadi seperti ini rasanya?  Bagaimana jika ketahuan?! Akankah dia menjauh?  Ini memang bukan pertama kalinya, tapi inilah awalnya. Melihatnya lewat bersama temannya saja perhatian itu langsung tumpah kepada gerombolan itu.  Tenang saja, ini awal rasa itu.   Dan jangan khawatir, sampai sekarang reaksi itu masih sama.   “ I don't fancy colors of the face, I'm always attracted to colors of the brain .” ― Michael Bassey Johnson

Suatu Hari

Gambar
pict source: tumblr Suatu hari, ada seorang gadis yang jatuh cinta kembali. Dia senang membaca cerita. Baginya, cerita selalu berakhir indah. Entah itu menyedihkan, atau menyenangkan. Suatu hari, dia memandanginya dari jauh. Menuliskan perasaannya dalam awan. Dalam satu dasawarsa, dia bertanya. Haruskah dia memulai segalanya? Suatu hari, dia menyadari kalau segalanya harus diakhiri. Walau, akhir belum nampak. Segalanya masih mengambang. Mereka bilang, yang berjuang yang akan sampai. Hingga suatu hari, sebuah pertanyaan muncul di benaknya. Bagaimana dia bertahan selama ini? Tapi, dia hanya bungkam. Tidak menjawab pertanyaan sendiri.

Katanya

Gambar
  pict source: google   Katanya, rasanya seperti berjalan diatas awan - awan. Menyenangkan, tapi itu hanya sebuah permulaan. Membuatmu selalu tersenyum, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.  Kala itu, jantungmu berdetak kencang melihatnya dari jauh. Tapi sekarang, jantungmu seakan berhenti.  Hari itu, kamu menunggu senyum darinya. Namun sekarang, senyumnya membuatmu takut untuk bertemu.  Dan sore itu, tawanya membuatmu bahagia. Tapi sore tadi, kamu seakan sadar jika bahagiamu bukanlah dia.  Katanya, kamu sosok yang pernah membuat langit gelap menjadi pelangi. Tapi sekarang, mereka percaya kamu yang menjadi kilat.  Tapi sebenarnya, kamu lah sang langit. Tak pernah aku mengerti seperti apa kamu yang sebenarnya. Hanya melihat dari jauh. Langit yang gelap, ya, kamu penuh misteri. Dengan ' katanya ' dari berbagai sisi, kamu menjadi kilat. Kilat yang susah ditebak. Bisa muncul kapan saja, namun tak lama.  ...